Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Anak | Kisah Si Midin di Sarang Penyamun


Pada zaman dahulu, tersebutlah seorang pedagang yang sangat sukses. Dia bernama Midin. Di suatu hari semua barang dagangannya habis terjual. Sehingga kantung uangnya penuh terisi oleh emas dan perak. 

Gambar diambil dari wordpress.com

Karena tidak ada lagi barang dagangan yang mau dijual, maka Midin bergegas pulang ke rumah. Midin berharap agar bisa sampai di rumah sebelum malam tenggelam. 

Rumah Midin dari pasar cukup jauh. Oleh sebab itu Midin membeli seekor kuda jantan yang gagah perkasa. Midin menaikkan semua tas yang berisi uang ke punggung kudanya, dan memulai perjalanan menuju ke rumah.

Ketika itu sore sudah menjelang, Midin merasa sangat lelah. Midin memutuskan untuk beristirahat di sebuah desa. 

Selesai beristirahat, Midin berencana melanjutkan perjalanannya. Namun belum sempat melangkah, Midin dikejutkan oleh seorang anak kecil.

"Maaf tuan, sepertinya paku sepatu kuda tuan ada satu yang hilang."

Midin melirik anak tersebut dari sudut matanya. Midin tidak mengindahkan ucapan anak tersebut. Midin malah berkata dalam hati.

"Biarin, kan rumahku sudah tidak terlalu jauh lagi. Lagian kalau hilang satu tidak masalah. Kan masih ada paku yang lain yang menahan supaya tidak lepas."

Midin pun berlalu. Sepertinya Midin sudah terburu-buru.

Di perjalanan Midin tidak sedikit pun merasa hirau dengan paku sepatu kudanya yang lepas. Dia terus berjalan sambil bersiul-siul dan sesekali bernyanyi.

Midin sampai di tengah gurun pasir yang berbatu. Midin berpikir, selepas dari gurun tersebut maka akan terlihat pemukiman tempat tinggalnya.

"Ah sudah dekat," pikir Midin.

Sebenarnya gurun pasir berbatu itu adalah rute perjalanan yang paling berbahaya. Bukan bahaya karena banyak batu-batunya yang tajam, tapi karena tempatnya yang sepi. Biasanya setiap orang yang lewat di situ selalu waspada. Berharap tidak ada hal buruk yang terjadi pada kuda mereka.

Beberapa waktu lalu, Midin pernah mendengar kabar ada pedagang yang dirampok penyamun di gurun itu.

"Jangan pikir yang tidak-tidak. Kalau pun ada penyamun aku tidak takut. Kan aku sudah sangat kenal tempat ini, aku tahu tempat bersembunyi yang aman," Midin terus berbicara sendiri.

Tapi tanpa diduga-duga, kudanya tersungkur karena tersadung sepatunya yang lepas. Midin pun otomatis ikut terjerembab. Beberapa emas dan perak berserakan dari kantungnya.

Kuda milik Midin terus meringis. Salah satu kakinya terluka parah. Suara kuda tersebut mengundang perhatian kelompok penyamun.

Tiga orang penyamun datang mendekati Midin. Mereka terkejut melihat banyak koin emas yang berserakan. Tanpa permisi, para penyamun tersebut merampas seluruh uang hasil berdagang Midin. 

Setelah merampas, para penyamun pun berlalu sambil tertawa puas. Tinggalah Midin menangis seorang diri. 

Posting Komentar untuk "Cerita Anak | Kisah Si Midin di Sarang Penyamun"