Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Di Malam yang Merindu Engkau

Oleh : Hadel D. Piliang


Ini masih tentang laki-laki dan kerinduan yang menganak laut
Tentang aorta yang dialiri papaver somniferum saban detik
Barangkali juga tentang pensyair yang membayangkan Ohsun dari negeri Yoruba
Tentang amantes sunt amentes dan tentang amor vincit omnia

Angin dan hujan berkejaran di gang sempit yang sama ketika itu
Sesekali catappa meliuk-liuk dibuatnya
Namun, ia tetap saja kokoh dan hangat seperti biasanya
Tak seperti altar olympus yang poranda karena keberadaan Aphrodite

Dipertanggalan hari ke 25 di bulan Septa
Aku merenangi engkau secara tiba-tiba
Lalu engkau membiarkanku melihat purnama di tenggara
Aku dan engkau tidak peduli tentang angin yang berakhir
Dan engkau menjelma cahaya bulan yang masih sama seperti tahun-tahun terakhir
Kita menyatu pada musim gugur yang menghujan di bulan September

Lidahku tak begitu fasih melantunkan Haiku untuk engkau
Tapi, gerak engkau membuatku semakin mencandui engkau 
Engkau tak biarkan aku ada di sepanjang mimpi engkau   
Meski aku selalu ingin pergi menuju engkau   
Engkau meleraiku, sebab engku ingin aku ada di dunia nyata, dan tinggal untuk engkau.

- di malam yang merindu engkau

Posting Komentar untuk "Di Malam yang Merindu Engkau"