Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peremajaan Kurikulum Pendidikan Nasional


Setelah peradaban manusia memasuki abad ke-21 hampir di seluruh dunia baik di negara yang sudah lama merdeka maupun yang baru merdeka, negara yang telah maju maupun negara yang masih berkembang telah terjadi proses perluasan atau pembangunan pendidikan yang sangat pesat. Akan tetapi beriringan dengan itu terjadi pula permasalahan-permasalahan dan krisis dalam dunia pendidikan itu sendiri, yang antara lain berkenaan dengan kekurangan dana, guru, bahan ajar, dan lain-lain kecuali siswa. Hal seperti itulah yang tengah melanda dunia pendidikan nasional Indonesia saat ini.


Dalam sebuah buku yang berjudul “The World Educational Crisis” karya Philip H. Coombs (1968) ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya krisis pendidikan, yaitu (1) meningkatnya aspirasi masyarakat terhadap pendidikan; (2) kelangkaan sumber daya yang menunjang pelaksanaa pendidikan; (3) kelemahan yang terdapat dalam sistem pendidikan; (4) kelemahan yang ada pada masyarakat itu sendiri. Keempat permasalahan ini sepertinya dirasakan oleh sistem pendidikan di Indonesia sehingga menuntut perlunya upaya-upaya progresif dalam rangka menyelamatkan pendidikan nasional Indonesia.

Sebagaimana yang telah dikemukakan di atas bahwa Indonesia membutuhkan inovasi baru dalam proses pelaksanaan pendidikan, namun yang harus disadari adalah bahwa setiap inovasi dalam bidang apa pun tidak bisa dimunculkan begitu saja secara spontan tapi juga harus didorong oleh kebutuhan untuk memecahkan berbagai permasalahan ataupun krisis yang sedang dihadapi.

Begitupun dengan upaya peremajaan kurikulum pendidikan yang tengah diupayakan oleh sistem pedidikan nasional Indonesia. Menurut Santoso S. Hamidjojo (1974:10) peremajaan pendidikan merupakan reaksi para ahli pendidikan dan perencanaan pembangunan terhadap tekanan masalah-masalah sosial, ekonomi dan masalah pendidikan itu sendiri yang dari waktu ke waktu dirasakan semakin berat dan mendesak.

Terkait dengan peremajaan kurikulum pendidikan nasional yang tengah diupayakan pemerintah, menurut penulis hal tersebut dinilai sangat prematur ditengah-tengah dunia pendidikan indonesia yang masih kacau-balau. Adapun hal yang sangat penting diupayakan pemerintah dibandingkan peremajaan kurikulum pendidikan nasional adalah permasalahan eksplosi penduduk dengan pertumbuhan dan penyebaran yang tidak merata ditambah dengan semakin tingginya aspirasi masyarakat terhadap pendidikan.

Hal ini seharusnya menuntut pemerintah untuk menyediakan sarana dan fasilitas yang lebih banyak dan bermutu. Selanjutnya adalah permasalahan perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat, yang mengakibatkan terjadinya perubahan sosial dan peranan di masyarakat. Permasalahan-permasalahan tersebut satu sama lain saling berkaitan, sehingga kalau dibiarkan semakin lama akan bertambah kompleks yang pada akhirnya akan membuat pendidikan nasional makin memburuk.

Sisi lain yang perlu kita cermati dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang makin cepat, dan selalu menyerang kehidupan kita yang tidak mampu kita bendung kehadirannya adalah perubahan peranan sosial masyarakat. Terjadi perubahan peranan sosial tersebut menuntut setiap masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan perubahan peranan itu sendiri, tidak terkecuali para guru dan tenaga kependidikan lainnya. Para guru dan tenaga kependidikan dituntut agar dapat berpartisipasi aktif dalam mengiringi laju ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat tersebut.

Berkaitan dengan upaya menyelaraskan laju ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pendidikan nasional hal yang perlu kita ingat yaitu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut harus diusahakan berada dalam keseimbangan yang dinamis dan efektif dengan pembinaan sumber daya manusia, kemudian pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi sepatutnya selaras dengan nilai-nilai agama, nilai luhur budaya bangsa, kondisi sosial budaya dan lingkungan hidup, serta laju ilmu pengetahuan dan teknologi seyogyanya berdasarkan asas pemanfaatannya yang dapat memberikan nilai tambah dan memberikan pemecahan masalah konkret pendidikan nasional.

Permasalahan selanjutnya yang lebih urgen dibandingkan peremajaan pendidikan adalah masalah sulitnya pedidikan kita mengatasi masalah tenaga kerja dan kesempatan kerja. Para lulusan pendidikan kita semakin banyak yang menganggur, sedangkan yang sudah berkerja pun harus mengubah dan memperbaiki kemampuannya (skills) agar dapat bekerja secara efektif dan efisien.

Apalagi di zaman krisis ekonomi seperti saat ini, permasalahan yang seperti ini semakin berat dirasakan, karena menuntut kemampuan ekstra dari para lulusan pendidikan, yakni kemampuan menciptakan kesempatan kerja untuk diri sendiri tanpa mengharapkan orang lain. Kemudian yang perlu dicermati lagi adalah dimana perubahan masyarakat dan pasaran kerja itu terlalu lebih cepat ketimbang perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan kita, sehingga sistem pendidikan kita tidak pernah sesuai dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat. (*)


Pernah dimuat di Surat Kabar “Metro Siantar” edisi Kamis 14 Maret 2013

Posting Komentar untuk "Peremajaan Kurikulum Pendidikan Nasional"